Fast Android Networking vs Retrofit vs Volley

Fast Android Networking vs Retrofit vs Volley, Mana yang lebih baik?

Fast Android Networking vs Retrofit vs Volley, Mana yang lebih baik?

Kali ini saya akan membagikan sebuah artikel yang membahas tentang Mana yang lebih baik antara Fast Android Networking vs Retrofit vs Volley. Karena di beberapa Grup Developer Android yang saya gabung, ketiga Library ini selalu dibanding-bandingkan mana yang lebih baik dan mana yang lebih cepat dalam proses HTTP Request dan JSON Parsing. Oke tanpa basa-basi lagi kita langsung saja bandingkan satu per satu ya😉

1. Fast Android Networking (FAN)

Library ini dibuat oleh Amit Shekhar asal India. Dalam repository di Github-nya dia mengklaim bahwa Library buatannya tersebut lebih baik dan lebih cepat daripada Retrofit, “Fast Android Networking Library is a powerful library for doing any type of networking in Android applications which is made on top of OkHttp Networking Layer“. Fast Android Networking ini juga memiliki fitur diantaranya GET, POST, DELETE, HEAD, PUT, PATCH yang sama dengan Retrofit.

Tetapi kalian juga bisa menambahkan Priority untuk proses HTTP Request dan JSON Parsing yaitu LOW, MEDIUM, HIGH, IMMEDIATE yang mirip dengan Volley. Jadi ibaratnya Fast Android Networking ini adalah gabungan antara Retrofit dan Volley. Saya sudah mencobanya dan hasilnya memang cukup baik dalam melakukan HTTP Request dan JSON Parsing. Sampai saat ini, saya masih setia menggunakan Library Fast Android Networking ini

Fast Android Networking vs Retrofit vs Volley, Mana yang lebih baik?
Fast Android Networking

Jika ingin menggunakan Library ini, kalian cukup menambahkan implementation ‘com.amitshekhar.android:android-networking:1.0.2’ pada build.gradle Android Studio kalian. Untuk Method-nya sebagai berikut :

AndroidNetworking.get(URL)
.addPathParameter(“pageNumber”, “0”)
.addQueryParameter(“limit”, “3”)
.addHeaders(“token”, “1234”)
.setTag(“test”)
.setPriority(Priority.LOW)
.build()
.getAsJSONArray(new JSONArrayRequestListener() {
@Override
public void onResponse(JSONArray response) {
// do anything with response
}
@Override
public void onError(ANError error) {
// handle error
}
});

 

AndroidNetworking.post(URL)
.addBodyParameter(“firstname”, “Amit”)
.addBodyParameter(“lastname”, “Shekhar”)
.setTag(“test”)
.setPriority(Priority.MEDIUM)
.build()
.getAsJSONObject(new JSONObjectRequestListener() {
@Override
public void onResponse(JSONObject response) {
// do anything with response
}
@Override
public void onError(ANError error) {
// handle error
}
});

 

AndroidNetworking.download(URL,dirPath,fileName)
.setTag(“downloadTest”)
.setPriority(Priority.MEDIUM)
.build()
.setDownloadProgressListener(new DownloadProgressListener() {
@Override
public void onProgress(long bytesDownloaded, long totalBytes) {
// do anything with progress
}
})
.startDownload(new DownloadListener() {
@Override
public void onDownloadComplete() {
// do anything after completion
}
@Override
public void onError(ANError error) {
// handle error
}
});

 

AndroidNetworking.upload(URL)
.addMultipartFile(“image”,file)
.addMultipartParameter(“key”,”value”)
.setTag(“uploadTest”)
.setPriority(Priority.HIGH)
.build()
.setUploadProgressListener(new UploadProgressListener() {
@Override
public void onProgress(long bytesUploaded, long totalBytes) {
// do anything with progress
}
})
.getAsJSONObject(new JSONObjectRequestListener() {
@Override
public void onResponse(JSONObject response) {
// do anything with response
}
@Override
public void onError(ANError error) {
// handle error
}
});

2. Retrofit

TRENDING:  Perbedaan ScrollView dan NestedScrollView di Android Studio

Retrofit ini merupakan Library turunan dari OkHTTP yang dibuat oleh Square yang digunakan sebagai REST Client pada Android, yang pasti akan memudahkan kita. Karena kita tidak perlu lagi untuk membuat Method sendiri untuk menggunakan REST Client API dari Backend. Library ini menyediakan framework yang powerfull untuk authenticating dan berinteraksi dengan API dengan mengirimkan request menggunakan OkHTTP. Library Retrofit ini juga banyak digunakan oleh perusahaan-perusahaan Startup dalam aplikasi Mobile-nya, salah satunya Tokopedia dan OVO. Tidak hanya itu, aplikasi Sosmed yang kita gunakan sehari-hari juga menggunakan Library Retrofit.

Fast Android Networking vs Retrofit vs Volley, Mana yang lebih baik?
Retrofit

Jika ingin menggunakan Library ini, kalian cukup menambahkan implementation ‘com.squareup.retrofit2:retrofit:2.6.2’ pada build.gradle Android Studio kalian. Untuk menggunakan Methodnya, silahkan cek DISINI.

3. Volley

Volley adalah library HTTP yang mempermudah dan yang terpenting mempercepat networking untuk aplikasi Android. Tetapi Library buatan Google ini kurang populer dibanding kedua Library sebelumnya, karena fitur yang dimilikinya pun sedikit. Secara default, Volley menggunakan metode sinkronisasi. Jadi kalian tidak perlu membuat sebuah Method atau fungsi yang menggunakan Class Asynctask. Dalam penggunaannya memang ‘sedikit’ sulit. Volley tidak cocok untuk operasi download atau streaming yang besar karena Volley menyimpan semua respons dalam memori selama mengambil data API.

Fast Android Networking vs Retrofit vs Volley, Mana yang lebih baik?
Volley

Jika ingin menggunakan Library ini, kalian cukup menambahkan implementation ‘com.android.volley:volley:1.1.1’ pada build.gradle Android Studio kalian. Untuk menggunakan Methodnya, silahkan cek DISINI.

Sudah jelas belum pembahasan perbedaan ketiga Library antara Fast Android Networking, Retrofit dan Volley? Kalau masih kurang jelas silahkan berikan pertanyaan kalian di kolom komentar ya. Saya sendiri lebih ‘prefer’ Fast Android Networking, karena dalam menggunakannya sangat mudah dan cocok untuk pemula. Jika kalian menggunakan Retrofit atau Volley itu selera ya. Semua sama, yang penting kalian paham dalam penggunannya.

TRENDING:  Cara Bisnis Online Sebagai Sampingan Untuk Pemula

Demikian informasi yang saya bagikan untuk kalian. Jangan lupa bagikan artikel ini ke teman-teman kalian agar ikut membaca Fast Android Networking vs Retrofit vs Volley, Mana yang lebih baik? ini.